Hidup terus berjalan, itu pasti. Tapi rasa kehilangan yg besar setelah ibu pergi, seakan membuat hidup saya juga terhenti. Sejak saya diciptakan Allah dalam rahim ibu, hingga saya dewasa berumah tangga, saya tidak pernah lepas dari ibu. Ibu selalu ada dalam hidup saya, hingga saya berfikir ibu tidak akan pernah pergi. Tapi skr ibu benar-benar pergi…
Pingin rasanya ga ngapa-ngapain, tapi buat hati dan fikiran saya beku. Suami, anak-anak, keluarga juga pekerjaan, menyadarkan saya untuk tidak terus tenggelam dalam kesedihan. Wake up! Teruslah berjalan..
ilustrasi: inmagine
Saturday, January 23rd, 2010 at 7:36 pm | category: Curhat Ortu |
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.






Bun, sabar ya.. ayo semangat lagi.
[maafkan aku juga, sama sekali ngga peka]
Yan,
Saya yakin Yana bisa lewati ini. Perlahan tapi pasti waktu akan membuat kita semakin kuat. Semoga ya. Amin.
**yan, cek email dong, reply dr ts masuk ga
Yup, Bun… life must go on
Demikianlah yang harus terjadi, yang harus kita lakukan…
Turut berduka cita.. maaf selalu terlambat…
tetap semangat ya
semua kehidupan pasti da kematian …
sabar adalah jalan terbaik utk menerimanya