Life Must Go On

baby-feetHidup terus berjalan, itu pasti. Tapi rasa kehilangan yg besar setelah ibu pergi, seakan membuat hidup saya juga terhenti. Sejak saya diciptakan Allah dalam rahim ibu, hingga saya dewasa berumah tangga, saya tidak pernah lepas dari ibu. Ibu selalu ada dalam hidup saya, hingga saya berfikir ibu tidak akan pernah pergi. Tapi skr ibu benar-benar pergi

Pingin rasanya ga ngapa-ngapain, tapi buat hati dan fikiran saya beku. Suami, anak-anak, keluarga juga pekerjaan, menyadarkan saya untuk tidak terus tenggelam dalam kesedihan. Wake up! Teruslah berjalan..

ilustrasi: inmagine

Saturday, January 23rd, 2010 at 7:36 pm | category: Curhat Ortu |
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Life Must Go On”

  1. yna says:

    Makasih semua, atas support dan doanya :)

  2. be samyono says:

    … saya bisa merasakan dan memang saatnya menaruh fase itu dalam relung hati. Karena kini yna adalah “IBU BARU”

Leave a Reply