Dalam rasa ikhlas, saya masih berharap ada keajaiban Allah untuk ibu. Saya ingin ibu bisa berbicara dengan kami, anak-anaknya meski untuk yg terakhir kalinya. Tapi ibu pergi dalam diam. Saya pasrah dan tetap terus berdoa. Saya yakin ibu mendengar apa yg kami katakan, semuanya. Permohonan maaf, juga rasa sayang kami. Saya merasakan ketenangan ibu saat mulai menjauh dari kami. Innalillahi wa inna ilaihiroji’uun…
Ibu selalu berpesan agar kami selalu berserah diri dan mohon pertolongan dari Allah. Karena Allah adalah Maha Segalanya. Ibu bisa bertahan hidup sendiri setelah ayah meninggal, lalu bisa membesarkan anak-anak tiada lain karena kuasa Allah SWT.
Ibu bilang sebagai perempuan, saya harus bisa mandiri. Tidak banyak tergantung dgn orang lain. Apa yg bisa saya lakukan, harus saya lakukan sendiri. Jadilah perempuan yg kuat hatinya, tidak cengeng dan bisa mengambil keputusan.
Semuanya pesan dan contoh kehidupan akan saya ingat bu.. Mungkin itu sebabnya ibu pergi tanpa ucapan apapun, karena ibu sudah cukup memberikan yg terbaik untuk saya dan kakak-kakak. Ibu bisa beristirahat dengan tenang dari sakit liver selama ini.
Terima kasih ibu. Met jalan..
I love u and I’ll be miss u so much!
ilustrasi: inmagine
Tuesday, December 22nd, 2009 at 11:05 pm | category: Curhat Ortu |
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.






Bunda, saya turut berduka cita…innalillahi wa inna ilaihiroji’uun
Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun…
bunda, aku ikut berduka cita ya, semoga almarhumah ibunda bunda sudah tenang di sisi Allah SWT, amiinn
Bunda..salam kenal
Aku turut berdukacita atas kepergian ibunda.
Doa saya untuk Ibu. Semoga beliau diluaskan makamnya, diterima amal ibadahnya, dan diampuni kesalahan-kesalahannya.
Insha Allah, wasiat Ibu akan terus dilaksanakan oleh anak-anak Ibu.
terima kasih atas doa dan supportnya tuk semua