Menuju Panggilan Illahi

Beberapa hari lalu saya menghadiri undangan walimatul hajj, atau syukuran dan silaturahmi seorang tetangga yg akan pergi haji. Terus terang baru kali itu saya ke acara walimatul hajj dan saya sangat bersyukur krn dari situ saya seakan mendapat motivasi baru dalam hidup. Pingin segera pergi haji, amin…

Selama ini saya hanya tau kalau menunaikan ibadah haji adalah salah satu rukun iman, yg dilakukan jika MAMPU (baik secara fisik maupun materi). Dan kata MAMPU tadi, secara tidak langsung sudah meng-under-estimate-kan diri (hadooh bahasanya hehe..), kalau saya rasanya jauuuhhh bgt untuk bisa pergi haji. So.. that’s it. Selesai. Artinya, pergi haji jadi tujuan tak terjangkau yg belum terlalu difikirkan. Masya Allah..

Tapi mendengar siraman rohani seorang ustad di acara walimatul hajj tetangga itu bikin mata hati saya terbuka lebar. Sang ustad berbicara tentang semua keutamaan umat yg berhaji. Indah. Lalu saya berfikir, benarkah saya tidak mampu? Emang apa usaha saya selama ini untuk mewujudkan pergi haji? Niat ga sih? Trus inget si Asrul sama Udin yg nabung tuk berangkat haji di sinetron ‘Para Pencari Tuhan (jilid 3)’ hehe..

Sebelum Maut Datang
Satu kejadian memang memberikan hikmah, Allah Maha Mengetahui. Tiga hari sebelum acara walimatul hajj, tetangga lain (seorang istri dan ibu dari 3 anak) meninggal dunia terkena serangan darah tinggi. Waktu saya dan suami datang melayat, entah kenapa saya menangis di dekat sang jasad. Perasaan sedih, kehilangan, tak berdaya jadi manusia, juga takut. Campur aduk.

Apa yg sudah saya lakukan dan belum lakukan selama hidup? Akankah saya menyesalinya setelah nyawa di jemput sang Pemilik Hidup?

Sebelum menghadiri walimatul hajj, saya dan ibu-ibu satu RT mengaji dulu di rumah duka selepas maghrib. Suasana kehilangan itu masih terasa. Kami khusyuk memberi doa.

Setelah selesai, seorang ibu bicara dgn saya. “Dua tetangga pergi menuju panggilah Allah, ya bu. Yg satu pergi haji, yg satunya pergi selamanya.”

Saya jd tercenung. Ya Allah, saya ingin berhaji sebelum Engkau memanggilku pulang..

Tuesday, November 24th, 2009 at 5:30 pm | category: Curhat Ortu | Tags: ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “Menuju Panggilan Illahi”

  1. nakjaDimande says:

    Amiiiinn..
    ya Rabbana, ijinkan kami semua menapakkan kaki di tanah suciMU..

  2. ida says:

    Mudah2an Allah Ta’ala memberikan rezeki, kesempatan, kemudahan serta kesehatan yang baik, untuk kita semua bisa menunaikan ibadah haji.

  3. Amiiin…saya ikut mendoakan semoga niatan baik ibu didengar oleh Allah, dan segera mengabulkannya…

  4. tuteh says:

    Insya Allah diberi banyak kemudahan agar bisa berangakat ke tanah suci ya, Bun :)
    Btw kematian memang rahasia Allah SWT. Kadang takut, kadang pasrah.. tapi lebih banyak pasrahnya itu, Bunda hehehehe :D

  5. nakjaDimande says:

    Selamat Hari Ibu, Bunda..

Leave a Reply