Bursa NEM di SMP Negeri Favorit

badge SMPSurat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKHUASBN) atau kalau dulu namanya NEM (Nilai Ebtanas Murni) punya La sudah didapat sejak 22 Juni kemarin. Alhamdulillah dengan NEM 28,50 La menjadi peringkat tertinggi ke-2 di sekolahnya. Nilai yg cukup tinggi dari 3 mata pelajaran, masing-masing bahasa Indonesia nilai 10, matematika nilai 9,75 dan IPA/sains nilai 8,75. Tapi nilai segitu, ternyata belum tentu mulus masuk SMP favorit lho…

Rayonisasi
Dari pengumuman Penerimaan Siswa Baru (PSB) di beberapa SMP yg saya dan suami datangi di wilayah Cilegon, ada peraturan dari Juknis no.422.1/57.dindik/2009 untuk calon siswa dari luar kota/wilayah sekolah yang dituju (Luar Rayon/LR), hanya mendapatkan jatah 5% dari daya tampung. Nah, kebetulan SD tempat La sekolah skr berada di luar rayon SMP yg ingin dituju, jadilah La masuk 5% tadi. SMPN 1 Cilegon tempat La mendaftar hanya menampung 180 siswa, artinya hanya ada 9 calon siswa yg akan diterima dari LR.

Kenapa juga harus ke SMPN 1 Cilegon atau memilih SMP di luar rayon sekolah? Alasan utama kami adalah SMP itu lebih dekat dari rumah. Kebetulan tempat tinggal kami lebih dekat ke wilayah Cilegon dibandingkan ke kota Kecamatan wilayah kami, yaitu Kramatwatu. Alasan kedua karena SMPN 1 Cilegon memang SMP favorit dengan segudang prestasi. Siapapun orang tua, pastinya ingin memberikan pendidikan formal yg terbaik di tempat yg terbaik juga :) . Jadi saya dan suami mengarahkan La untuk masuk ke SMP terbaik, meskipun harus pindah rayon dgn biaya dan pengurusan suratnya yg tidak mudah dan tidak murah. Beruntung wali kelas La secara kolektif, bersedia menguruskannya ke dinas terkait.

perpisahan SD

Bursa NEM
Tidak ada patokan pasti berapa NEM terendah yang bisa diterima pada SMP-SMP negeri favorit sekarang ini, terutama di wilayah Cilegon. Semua tergantung pada bursa NEM. Apa itu?

Calon siswa dengan NEM berapapun akan diterima daftar pada hari pertama pendaftaran dibuka, mulai pukul 8 pagi sampai jam 2 siang. Berkas siswa yang daftar hari itu akan didata, lalu diurutkan berdasarkan NEM, hingga mencapai daya tampung sekolah masing-masing. Misalkan yg daftar 200 siswa, sedangkan daya tampung hanya 180, maka NEM calon siswa pada urutan 180 (contoh 24,50) akan menjadi patokan terendah hari itu. Artinya, pada hari kedua pendaftaran, NEM calon siswa yg lebih rendah dari 24,50 tidak bisa mendaftar di SMP tersebut. Heboh kan? hehe..

Hari kedua SMPN 1 Cilegon membuka pendaftaran, La masih urutan 4 dari 9 jatah calon siswa dari LR, dgn NEM terendah sementara LR 27,80. Hari ketiga sudah bergeser ke posisi 8, dgn NEM LR terendah 28,40 (NEM dalam kota 27,85). La jadi ketar-ketir juga hehe.. Alhamdulillah sampai tgl 27 Juni, hari ke-6 NEM terakhir itu belum berubah. Dan menurut info panitia pendaftaran yg bisa dikontak via YM, pendaftar sudah mulai berkurang dan hampir sepi. Tapi tetap saja sedikit khawatir, krn masih tersisa 2 hari (senin dan selasa) pendaftaran berakhir.

Setiap hari saya pantau terus perubahannya lewat situs SMPN 1 Cilegon yg update passing grade NEM dalam dan luar rayon, lengkap dgn list pendaftar. Jadi PSB SMPN 1 Cilegon benar-benar terbuka, update dan canggih.

Pindah Sekolah?
NEM anak-anak SD tahun ini memang luar biasa tinggi, dibanding tahun kemarin. Tapi tetap saja terasa persaingan lebih ketat jika harus mendaftar ke SMP dari luar rayon. Kesempatannya jadi lebih kecil. Hal ini yg membuat bbrp orang tua murid temannya La, akhirnya mengambil keputusan memindahkan sekolah anak-anaknya yg masih SD ke sekolah di wilayah Cilegon. Apakah saya ikut2an untuk Na yg skr di kelas 4 SD?

Tentunya tidak semudah itu. Na termasuk anak yg agak sulit menyesuaikan diri di lingkungan baru. Bisa sih.. tapi butuh waktu yg agak lama. Saya malah khawatir kalau Na dipindahkan sekolahnya ke tempat lain bakal berakibat dgn prestasinya skr yg bisa dibilang bagus. Saya sih optimis aja dia bisa lebih baik dari La sekarang. Yg pasti, saya dan suami selalu terbuka untuk membicarakan hal apapun kepada anak, terutama masalah pendidikannya.

Kami katakan ke Na, kalau dia mau masuk SMP favoritnya, berarti dia juga harus berusaha keras belajar dgn kesadaran sendiri untuk dapetin nilai yg bagus. Seperti yg La lakukan sebelum ujian kemarin. Dan kalau ternyata La ga bisa masuk SMP favoritnya krn NEM-nya tidak mencukupi, ya itu bagian dari resiko apa yg sudah dia usahakan. Biar belajar menerima kenyataan. Orang tua harus ikut campur dgn ‘main belakang’ alias ‘nyogok’ misalnya? Duh! nggak banget deh.. Nggak mendidik. Percuma juga dipaksakan, kalau nanti malah berakibat anak keteteran belajar krn standar tinggi sekolahnya. Malah anak akan merasa tertekan dan frustasi sendiri.

Kata orang tua dulu, sebaiknya para orang tua sama anak itu ‘Tut wuri handayani’ aja. Artinya? halah! cari ndiri :P hehe…

Saturday, June 27th, 2009 at 2:13 pm | category: Problem Anak | Tags: , , ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

16 Responses to “Bursa NEM di SMP Negeri Favorit”

  1. [...] kami sekeluarga tidak kamana-mana krn mba La persiapan masuk SMP. Saya dan suami sibuk mantengin pengumuman bursa NEM . Tapi liburan tahun ini, sudah 2 kali kami ke luar kota. Ke Cipanas Puncak dan Jakarta. Niat [...]

Leave a Reply