ASI dan MPASI Bayi Butuh Dukungan Semua Pihak

pro corbisBayi kembar kerabat saya masuk rumah sakit. Terkena muntaber yang sehari sebelumnya demam tinggi. Kasihan melihatnya, bayi baru usia 4 bulan sudah harus diinfus. Dan kami para saudaranya seakan sepakat si kembar sakit karena ulah orang tua dan neneknya. Lho? Bayangkan saja, sejak usia 2 minggu, bayi kembar itu sudah diberi pisang dan bubur biskuit. Alasannya nangis terus karena lapar. Seminggu sebelum masuk rumah sakit, saya diceritakan oleh neneknya (dengan nada bangga) kalau si kembar sekarang jajan seperti anak-anak karena doyan makan roll stick rasa coklat atau keju. OMG!

Kemana ibu dan bapaknya? Mereka berdua kerja, otomatis seharian diasuh sang nenek. Tapi kenapa si ibu atau bapaknya diam saja bayinya diberi makanan yang belum semestinya diberikan seperti itu? Apa karena tidak tahu atau tidak mau tahu? Terus terang sejak saya tahu kalau si kembar diberi pisang sejak dini itu, saya sudah sangat emosi dan prihatin. Percuma saya kasih masukan kalau sebenarnya MPASI baru diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan. Si nenek (yang seharusnya pengalaman) membela diri dengan mengatakan si bayi baik-baik saja dan tubuhnya malah gemuk dengan diberi makanan lain. Duh!

Perlu Tekad Baja dan Dukungan
Saya memang belum punya pengalaman punya anak sejak Abin lahir. Tapi saya banyak mencari tahu bagaimana sebaiknya dan cara yang benar merawat bayi, baik dari internet, majalah, koran dan lainnya. Maka saya bersikeras menolak anjuran ibu saya untuk memberi MPASI Abin sebelum usia 6 bulan. Ibu saya prihatin melihat tubuh Abin yang tidak gemuk, padahal berat badan Abin masih dalam katagori normal sesuai usianya waktu itu. Dan setelah kejadian si kembar kemarin, ibu saya justru memuji saya karena ‘tidak nurut’ orang tua hehe…

Tidak hanya masalah MPASI, tapi juga ASI. Penting banget untuk ‘dipatuhi’ para ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Untuk ASI, usaha saya gagal karena banyak hal. Salah satunya kurangya dukungan orang terdekat saya untuk memotivasi dan membantu hal itu. Makanya saya sempet stres dan sedih waktu Abin punya ‘alergi susu sapi’ dan saya tidak bisa beri ASI sebanyak yang dia butuhkan. Tapi saya bertekad tidak buat kesalahan kedua dalam hal MPASI. Dan berupaya semaksimal mungkin memberikan makanan yang terbaik untuk Abin.

Sampai usia 19 bulan sekarang, Abin belum saya kenalkan dengan snack anak-anak seperti chicky atau roll stick karena terkadang banyak kandungan MSG atau pengawet. Es atau Ice cream dan softdrink juga belum. Mengingat riwayat alerginya dan sedih kalau melihat dia harus sakit perut atau menderita lainnya gara-gara saya tidak selektif dalam hal makanan. Belum saatnya dia mencoba makanan seperti itu. Organ pencernaannya belum kuat.

Semoga si kembar bisa lekas sembuh dan orang tua juga neneknya bisa mengambil pelajaran berharga plus tidak mengulangi kesalahannya lagi. Amin..***

Sunday, February 8th, 2009 at 9:30 pm | category: Janin, Bayi & Balita, health |
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “ASI dan MPASI Bayi Butuh Dukungan Semua Pihak”

  1. zee says:

    Bener sekali mbak. ASI & MPASI memang butuh dukungan keluarga banged. Temenku jg banyak yg gagal asix krn ibunya (yg notabene org jaman dulu) memaksa utk ditambah sufor ato buru2 makan pdhl msh 4bln). Memang ada salah 1 budaya yg mengenalkan pisang pd bayi sejak umur 1bln. Tp jaman berubah kok ga ikut berubah ya.

    Klo saya mikirnya gpp lah anak sedikit kurus yg penting pencernaannya ga bermasalah di kemudian hari. Kmrn saya si vaya da kena infeksi pencernaan, pdhl makannya msh mpasi std.

    Mudah2an si kembar cepet sembuh ya. Kasihan sekali…

  2. RCO says:

    Sabar & tekun penuh kasih sayang. Ibu yang baik.

    Anak saya diberi ASI sampai usia 2 tahun. Makan nasi sejak usia 2,5 tahun. Daya tahan tubuhnya luar biasa bagus. Tapi sayangnya ia hanya mau sama buah pisang, lainnya masih emoh!

    Salam!!!

  3. Salam kenal mbak…vania skg 2 bulan..saya juga sedih krn ga bisa kasi asi eksklusif..nenek nya sering kasi sufor dan air putih,walo saya udah ngotot asi..karena vania kadang rewel(kata mama saya,asi saya encer,jd vania ga kenyang)

    Tapi kemaren vania (untungnya) sempet alergi hebat, jadilah sufor nya dikurangin dan diganti yang HA…

    Sekarang vania masi dikasi air putih,karena lg minum puyer unt alergi nya… n kadang dikasi eyang nya wkt saya tidur..

    mudah2an asi saya bisa tambah produksi nya..jadi bisa di pompa buat cadangan >< (lagi asik cari info relaktasi)

    • yna says:

      hi mom vania, tetap semangat ya.. bisa dicari solusi terbaik. yg penting vaya bs tumbuh sehat dan cerdas :)

  4. bunda azzam says:

    salam kenal ya mba. iya memang butuh kesadaran dan pemahaman orang tua tentang ASI dan mpasi yang baik untuk bayi. semoga kita bisa terus memberikan yang terbaik untuk anak kita…amiin

Leave a Reply